headerversi2

Thursday, May 03, 2007

belajar dari ronaldo...

Sepakbola adalah kehidupan. Kalimat itu keluar dari mulut seorang Helmi Yahya di salah satu seminar yang kebetulan saya ada disitu sebage pesertanya. Dalam slide-slide yang ditampilkannya itu, dia ngomong panjang lebar tentang visi, strategi, teknik, taktik, dan berbagai kejadian menarik yang bisa terjadi di lapangan. Bermacam ramuan emosi jadi satu. Luapan emaosi ketika seorang striker bisa memasukkan bola ke dalam jala, ketika bola sudah benar-benar di depan gawang tapi seorang striker gagal memasukkan bola, ketika dalam hitungan detik sebuah peluang berbuah gol dan merubah keadaan...ada kemenangan ada kekalahan, ada kemarahan, ada kesabaran, ada sorak dan ada juga kepala yang tertunduk.

Menarik juga pernyataan Helmi Yahya ini..Mungkin benar, sepakbola bukanlah sekedar olahraga permainan yang menghibur, tapi dalam sebuah rentang pemahaman yang lain, sepakbola adalah sebuah miniatur hidup. Karena itulah saya menonton sepakbola.

Saya tertarik dengan salah satu artikel di DETIK.COM tentang Cristiano Ronaldo, pemain Manchester United. Judulnya "Prestasi Dulu, baru Spanyol...Bagi kaum hawa, Ronaldo mungkin terkenal karena tampangnya yang (hmmm cowo banget!!! Katanya lo ini hehehe). Tapi bagi kaum sepakbola, nama ini lah yang saat ini banyak dibicarakan orang karena peran sentralnya membawa MU dalam posisi yang sangat diperhitungkan sampe saat ini. Terancam treble winner!! Walopun sebenernya, saya sendiri ga seneng sama klub ini (Sori ni buat Man U fans club ya hehe), tapi untuk prestasi ya angkat topi bolehlah...

Cristiano Ronaldo tidak ingin pindah dari Manchester United walopun dia sangat ingin bermain di Spanyol dan banyak tawaran dari klub-klub besar lain, mungkin dengan gaji yang lebih besar. Saya kutip deh sedikit kata-katanya “ Suatu hari saya akan tiba di Spanyol, tetapi saya akan membuat PRESTASI dulu di Manchester”. Dalam usia 22 tahun, keluar sebuah keputusan hebat yang timbul dari sebuah karakter. Banyak orang yang yakin, suatu saat dia memang akan menjadi superstar. Di tangan pelatih yang tepat, seorang pemain bola bertalenta akan berkembang sangat luarbiasa. Kondisi ini sangat berbeda dengan Nicholas Anelka, yang bisa jadi hebat juga dalam skill tapi sampe saat ini tidak pernah membuahkan suatu ”PRESTASI”?

Ternyata dalam perjalanan kariernya, Anelka tidak pernah betah di suatu tempat. Disamping dia tidak segera menemukan pelatih yang tepat (faktor keberuntungan di sini nih), bisa jadi dia juga cenderung banyak berkonflik dengan lingkungan, apakah dengan pelatihnya ato dengan pemain lain dalam klub. Anelka pernah diprediksi akan menjadi pemain bintang, tapi sampe sekarang ternyata hal itu tidak pernah terjadi.

Ya sekali lagi, sepakbola adalah kehidupan. Keadaan yang hampir mirip saya dapati di dalam diri eksekutif-eksekutif yang menjadi incaran head hunter. Salah satunya adalah T.P Rahmat yang pernah menjadi CEO Astra dan merupakan sosok panutan eksekutif di Indonesia. Seorang T.P Rahmat sebelum memantapkan diri sebagai seorang entrepreneur, terlebih dahulu membuat prestasi yang sangat gemilang di Astra. Saya sendiri tidak mengenalnya, tapi kalo dilihat secara bukti dari sebuah perusahaan yang bermula di garasi hingga berkembang seperti Astra sekarang ini mau tidak mau harus dikatakan itu adalah sebuah prestasi yang luar biasa. Persistensi bolehlah dijadikan salah satu kata yang mewakili. Dalam bahasa guru-guru saya, istiqomah katanya. Dia bertahan sangat lama, bertahan dengan kegagalan, dengan kemenangan, bertahan dengan kebosanan, bertahan dengan visi yang dia pegang untuk membesarkan Astra, bersetia dengan ide yang sejak awal diyakininya. Tidak heran setelah menjadi pengusaha pun, perusahaannya sekarang ini juga bersinar luar biasa.

Saya sih percaya selalu ada faktor keberuntungan di balik sukses. Ronaldo beruntung berlabuh di tangan pelatih yang tepat, T.P Rahmat beruntung punya paman William Suryajaya dan teman-teman handal, dan seterusnya. Dan ternyata kalo diamati tiap manusia emang punya keberuntungannya ndiri-ndiri. Jadi sepertinya ga enak juga nunggu beruntung, mending jalani aja semua. Selesaikan satu pekerjaan, baru kemudian berpindah ke pekerjaan lain. Membuat prestasi terlebih dahulu, baru berprestasi di tempat yang lain. Siapa tau nanti ada keberuntungan nyelip di tengah jalan...:)

”Eh emang gampang Mas!! Coba kalo gampang, pasti ada jutaan ASTRA deh di Ndonesa ini. Anda berani ga dengan konsekuensinya?”, temen saya nyeletuk.

Saya hanya bisa jawab nyengir sambil garuk garuk kepala deh....

Tuesday, April 24, 2007

kopi untuk bersantai...

Saya lagi pengin posting tapi yang ga mikir ah...hehehe

Jarang-jarang saya menyempatkan ngopi bener-bener untuk menikmati kopi. Biasanya saya ngopi karena kebiasaan saja. Pagi pagi dateng ke kantor, say hello sama temen temen yang dah dateng duluan, trus langsung ngambil gelas dan bikin kopi item deh. ”Segelas kopi sangat bagus untuk menambah konsentrasi dan mempertajam daya ingat”, kata sebuah artikel yang saya rada lupa kapan baca dan apa medianya :). Trus menuju komputer, ngecek imel, telpun telpun janjian bla bla bla...Tapi kemaren, saya begitu menikmati segelas kopi item di pagi hari, di balkon kantor, ngeliat taman nan hijau dan kolam yang walo rada keruh tapi oke juga hehehe, dengerin burung yang menciap-ciap merdu sambil......ah ngelamun.

Setelah beberapa kegagalan kemaren-maren, Ternyata enak juga sesekali bersantai di hari kerja...

Suasana mungkin adalah tentang apa yang kita ciptakan sendiri. Entah kenapa kopi pagi ini saya rasakan begitu nikmat. Saya ikuti anjuran temen kuliner saya tentang cara menikmati kopi. Saya tutup gelas dengan tangan kanan saya, kemudian saya buka sedikit dan saya hirup dalem-dalem aromanya, baru kemudian saya minum dengan menyeruputnya pelan-pelan. Klo sampe terdengar bunyinya, sluuurp...dan mata saya merem melek, nah itu berarti saya sedang menikmati benar acara minum kopi kali ini..hmmmmm sluuurrrp...

Ngomong tentang kopi dan ragam suasana bisa jadi emang terkait sangat erat. Kalo dari pengalaman tadi, kopi sedikit banyak udah membawa saya pada sebuah suasana, suasana rileks. Di menit berikutnya, tiba tiba keinget warung kopi saya yang seperti ga diurusin akhir akhir ini. Kemudian iseng-iseng saya googling cari artikel-artikel tentang kopi. Pertama kali ketemu pastinya dengan kopi khas om wiki. Hebat banget ya list nya bisa terus di atas. Banyak sih yang ngomong tentang kopi, tapi ada satu artikel yang saya ingin bagi deh ke temen-temen semua. Artikel yang sepertinya akan merefreshing otak Anda cukup tajam. Kalo saya bilang, filosofi yang keren tentang kopi dan cangkir. Dia melihat kopi dan cangkir bisa diibaratkan seperti sebuah kehidupan. Ini nih artikelnya...

Mungkin masing-masing orang punya analogi sendiri mendefinisikan hidupnya. Ada yang mengandaikan hidupnya seperti kopi-kopi itu. Ada yang mengandaikan hidupnya seperti aliran air, ada yang seperti burung, hujan, angin, badai, tsunami, ato seperti kotak cokelat juga ada (forest gump banget..hehehe), bla bla bla dan seterusnya..Sungguh kok itu semua sah sah saja, bebas, wong masing-masing orang punya pengalaman hidupnya sendiri.

Satu hal, kalo menurut para langganan warung saya, enaknya ngelamun ato ngobrol santai tentang rumit ga rumitnya hidup ya tetep deh......sambil minum kopi.:)

Eh btw boleh tau Anda mengandaikan hidup Anda seperti apa Saudara?

Saturday, April 14, 2007

gagal tuh pait...tapi kadang harus tetep ditelen

Ekspresi jengkel, marah, misuh, dongkol seharusnya ga saya keluarkan, tapi pemberitahuan bahwa perusahan kami tidak bisa menjadi vendor di perusahaan tersebut mau tidak mau membuat perasaan saya sedikit blingsatan tidak karuan. Setelah sukses melewati beberapa tahap krusial dan untuk ukuran perusahaan kami rada "merogoh kantong", ternyata perusahaan tersebut tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk menunggu kelengkapan dokumen kami. Sungguh hanya kurang "beberapa dokumen" (yang sebenernya satu kesatuan), ternyata sebuah keputusan pahit harus kami terima. Bahkan pengunduran 1 hari yang kami minta pun ternyata tetap tidak bisa diluluskan.

" Maaf Pak Triyadi kami sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, USER kami sudah menjatuhkan dedlen kepada divisi kami, tadi pukul 15.00 sudah saya eksekusi untuk pemenang tendernya", sebuah suara diseberang telepon saya dari divisi procurement.

"Apakah tidak bisa diundur satu hari saja Pak?Ada beberapa hal birokratis yang benar benar di luar kuasa kami, dokumen akan saya kirimkan senin besok pak." saya mencoba menawar.

" Maaf Pak, tetap tidak bisa, sekali lagi kami sudah terlalu lama menunggu, mungkin di kesempatan lain kita bisa bekerjasama", tapi silahkan mengirimkan dokumennya jadi nanti untuk ke depan proses sudah lebih mudah.

Dan memang mereka sudah menunggu terlalu lama. Ada hal-hal yang memang berjalan di luar kehendak kita,ada hal-hal yang sungguh tidak bisa dipaksakan kejadiannya.

Kata teori saya harus ikhlas menerima apapun kehendakNya, kata guru ngaji semua kejadian pasti ada hikmahnya, ada ibroh yang bisa diambil. Kata temen saya, belum rejekinya kalee...Dan kata saya....."terserah deh, saya waktu itu lemes aja pokonya" :D. Semua kata bijak seperti hanya mampir lewat saja, dan kalopun saya misuh misuh tak jelas, itu hanya sekedar numpahin uneg2 saja, dan emang ini treatment jelek dan antibodi saya terhadap stress.

Sungguh Gusti Allah punya sejuta rencana, sejuta ketentuan, takdir, yang mau ga mau pait manis harus ditelen deh...

kecintaan dan pengharapan berlebihan terhadap sesuatu,
ternyata ga bikin sehat...
mengurangi takarannya sepertinya justru menjadi pilihan yang tepat

percayalah. kata orang bijak sih..

tapi ikhlas kok tetep aja tidak semudah meludah ya?

Wednesday, April 04, 2007

cari pembenaran ah..

Terus terang saya sendiri masih bertanya tanya sebenernya boleh ga saya bermain main dengan shio-shio gini. Soalnya yang oernah saya dengar agama saya ga membolehkan ramal2an dan prediksi kehidupan masa depan. Lalu saya nyari alasan yang paling pas untuk membenarkan apa yang saya lakukan. Ya sebage manusia saya perlu pembenaran2 terhadap langkah saya, dan saya ga ingin pembenaran yang ga berdasar apa-apa.

Tentang ramalan, ada yang pernah bilang kalo ramalan itu adalah sesuatu yang diprediksi, diperkirakan, yang belum terjadi. Barangkali nih ada berbage bentuk prediksi ato ramalan yang ada :

Yang pertama, Ramalan ilmiah. Jenis ramalan ini tuh adalah ramalan dengan berdasar pada berbage data-data empirik dan bisa dipertanggungjawabkan. Contoh paling jelas yang sering kita liat adalah prakiraan cuaca. Kondisi cuaca di masa depan diramalkan berdasar keteraturan sistem alam, yang berarti berdasar data2 empirik kan. Contoh ramalan ilmiah lain adalah prediksi umur jembatan ato rumah, ato bangunan lain yang diitung umurnya berdasar berbage data pendukung. Statusnya bisa bener bisa salah, tapi lebih banyak benernya.

Yang kedua, Ramalan Dukun.Ramalan jenis ini katanya ramalan masa depan yang dasarnya adalah bisikan makhluk2 gaib sekelas jin, setan, iblis dan se genknya. biasanya mereka-mereka ini (dukun,paranormal, dl) punya ritual2 khusus biar sesembahan mereka itu terpuaskan. Statusnya ga jelas! bisa jadi bener, bisa jadi salah! dan sungguh ini mendekati dosa besar!

Yang ketiga, Ramalan Wahyu. Nah ini dia ramalan yang statusnya pasti bener. Ramalan yang didasarkan pada kitab suci. YAng ngeluarin juga ga maen maen,yang punya seluruh hidup. Contoh paling jelasnya sih tentang ramalan hari akhir, surga neraka, kiamat, dan hari pemabalasan...

"...pada hari itu manusia seperti anai-anai yang beterbangan..." (QS 100:4)

Kejadian ini belum ada, tapi kita tentu meyakininya sebagai kejadian yang pasti.

Lalu kedudukan shio gimana?

Di buku shio yang saya baca ini,ada juga yang menyiratkan tentang ramalan masa depan, makanya saya hati-hati banget dan "cenderung" agak menjauhinya. Terus terang saya takut. Di postingan saya tentang personality sungguh hanya melihat sebuah karakter tanpa bermaksud meramal masa depan. Itu adalah kemungkinan-kemungkinan empirik yang berkaitan erat dengan ilmu psikologi. Jadi shio bagi saya hanyalah salah satu pendekatan untuk mendeteksi karakter, terutama karakter saya sendiri.

Friday, March 30, 2007

penjelasan


Postingan saya ini jangan terlalu diseriusi deh, hanya sekenang kedar-kedaran, dan lagi dah dapet ijin dari yang punya kok hehehe...Tapi sori lo nek salah, namanya juga amatiran..:)
Ok, mari kita mule...Ini anak nomer 2 yang lahir tanggal 11 Desember 1998 lahir jam (sori catatannya dirumah)

Menurut buku dan temen saya yang menganalisis, sepertinya dia adalah seorang yang punya energi berlebih, energinya banyak banget, seorang yang ga bisa diem. Tentu saja determinasinya tinggi, terutama untuk mengejar bentuk-bentuk luxurious life. Energi yang berlebih itu lah yang menghasilkan determinasi tinggi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.

Ada kebutuhan yang sangat besar untuk menjadi seorang public figure. Seorang yang selalu ingin diperhatikan, disorot, pengin selalu diperhatikan.

Asiknya orangnya ini, jika lingkungan mendukungnya akan menjadi orang yang senang berkompetisi, kebutuhan aslinya adalah akan sebuah "petualangan". Dan emang jangan diarahkan buat jadi seorang pemikir atopun ilmuwan.

Positif dan kreatifnya didukung dengan energi berlebih dan ketekunannya dalam mengejar ambisi akan jadi luarbiasa jika orang tuanya mewadahi bakatnya, karena bakat anak ini sebenernya terlihat jelas.

Mungkin ada sedikit seneng pamer, tega an, rada kemaki, sok kuoso...Tapi ga papa, itu mungkin di beberapa kondisi asal penempatannya tepat asik asik aja kok dan mungkin malah jadi bagusss.

kalo saran dari temen saya :
Dari kecil tolong ditekankan bener-bener akan pentingnya tanggung jawab. Mungkin untuk hal satu ini agak gimana gitu...Mungkin mulae dari hal-hal kecil, seperti mengembalikan mainan di tempatnya,nyuci piring gelas milik sendiri, ato apapun dst dst..

Mungkin diarahin buat jadi pemain bola ato olahragawan profesional asik juga deh...
Berani coba??

Oke kita mulai yang anak kedua, 17 Desember 1994
Mungkin emang rada beda sama adiknya,kalo kakanya lebih seneng berada dirumah, sifatnya justru protektif dan suka melindungi. Seorang yang harusnya emang ramah.
PAda dasarnya butuh kemapanan, hidup yang tenang di sebuah rumah.

Sebenernya dia orang yang kreatif,punya bakat yang bisa diandalkan,tapi bakatnya itu kayanya harus dieksplore satu satu, soalnya mungkin rada "introvert"?

Ada kesamaan antara kaka adik, yaitu dua duanya sebenernya seneng maksa, cuma adiknya mungkin lebih meledak ledak dan terbuka

Saran dari temen saya :
Explore bakatnya yang agak kenceng, dia punya bakat khusus yang bisa diandalkan. Tapi juga harus dengan treatment yang pas soalnya agak susah dikritik. Pikiran kreatifnya (unsur tikus) kadang jadi tidak maksimal karena terlalu banyak batasan konvensional yang dia pegang

Mohon nyuwun sewu mbak dena, nek kurang pas mbok diklarifikasi :)

Tuesday, March 27, 2007

conto conto conto...:D

Permainan pertama kita mulai. Sori buat temen2 yang dah pesen tapi belum sempet..Sori ya:(
Dua gambar di bawah hasil utek utek kakak-adik buah hatinya mbak dena. Mbak dena junior ki...

Ada total 8 unsur binatang (macan, naga, tikus, monyet, babi, kuda, kambing, kelinci) dan 5 elemen (kayu, api, tanah, logam, air. Semua unsur dan elemen tersebut akan saling mempengaruhi satu sama lain. Dari sini aja keliatan ga akan ada manusia yang punya seluruh unsur ato elemen. JAdi emang ga ada kesempurnaan manusia.
Uniknya dari beberapa kakak adik yang kami liat, selalu ada unsur yang sama, termasuk orang tuanya pun begitu juga, punya unsur yang sama dengan anaknya.

Gusti Allah is The GREATEST DIRECTOR...



tapi buat penjelasannya di postingan selanjutnya aja ya...:D

Saturday, March 17, 2007

Horoskop bukan ramalan!

Ada sebuah mainan yang dulu sebenernya pernah diulik bareng ma temen-temen. Buku ini berwarna merah tentang Horoskop China. Sori gambarnya ga sempet dipotret. :D.
Dulu, saya sendiri ga terlalu ngeh karena saya emang ga terlalu percaya sama barang barang kaya gituan (horoskop, astrologi, weton primbon dst dst). Tapi sekarang ini kenapa saya jadi gatel buat ngulik ngulik lagi lebih dalem?

Saya ternyata termasuk manusia yang selalu penasaran dengan Personality. Saya penasaran sama diri saya sendiri. Saya tertarik menyelami karakter khas, potensi, kelemahan dan seluk beluk kepribadian baik yang nyata maupun yang tersembunyi dari diri saya. Ilmu tentang personality bagi saya selalu menarik untuk dipelajari. Tak terkecuali Horoskop China inilah.

Ini bukan ramalan tentang masa depan!!
. Tapi ini adalah tentang bentukan dasar manusia.
Ketika dulu saya sangat males dengan barang kaya gini, ternyata saya sudah menafikan sebuah ilmu. Astrologi, horoskop, ato permainan yang sejenis ini bagemanapun adalah sebuah ilmu yang sifatnya bebas nilai. Ilmu itu tidak pernah ngenal kata dosa, dia adalah sesuatu seperti halnya pisau yang bisa anda gunakan sesukanya. Anda gunakan buat ngiris bawang ato Anda gunakan buat bunuh orang ya terserah Anda sendiri to?

Khusus horoskop china ini, saya baru nyadari kalo “permainan ini” adalah sebuah ilmu yang sangat luarbiasa. Gimana engga? Ilmu ini telah mengalami riset selama ribuan tahun, melewati proses uji, Iterasi berkali kali dan kumpulan database tentang karakter dan kepribadian berjuta-juta orang. Permainan ini adalah hasil ketekunan luarbiasa dari sebuah bangsa besar (yang bahkan Kanjeng Nabi Muhammad pun menganjurkan kita belajar disana??). Kalo ilmiahnya mungkin inilah barangkali yang dikatakan sebage kekuatan database. Bukan sekedar igauan ato sejumput ide yang berkembang tanpa dasar.

Kalo dipikir sedikit ilmiah mungkin sederhananya gini, ketika seorang manusia mbrojol lahir ke dunia, dia pasti terpengaruh segala sesuatu yang ada di alam ini, ada udara sebagai dunia yang berbeda dengan rahim saat itu, angin, gravitasi matahari, gravitasi bulan, ato pun gravitasi bumi itu sendiri. Bayangkan gravitasi bulan sendiri bisa mempengaruhi laut yang seluas itu berubah ubah punya pasang surut, nha gimana kalo manusia yang “selemah” itu? Apa efek yang ditimbulkan dari seluruh gaya yang ada di alam ini? Ketika kita lahir?

Seseorang adalah khas. Tidak ada yang manusia ideal! Selalu ada kelemahan di antara kesempurnaan seorang manusia. Dan selalu ada kesempurnaan dibalik kelemahan seseorang.
Seorang J.S. Bach adalah seorang “kerbau” yang memiliki kreativitas luar biasa. Tapi kreativitasnya lain. Dari unsur-unsur yang membentuknya dia bukanlah seorang kreatif pencipta genre baru, tapi dia dengan kreativitas khususnya “menyempurnakan” sebuah genre yang sudah ada menjadi satu kompisisi musik baru yang sangat luarbiasa. Seorang Soekarno, Soeharto, Amin Rais, Presiden SBY, ato beberapa tokoh yang iseng-iseng kami ulik juga, ternyata dari dasar bentukannya memang diciptakan menjadi seorang yang “tidak biasa”. Bentukan dasar itu mungkin telah mereka sadari tanpa mereka harus belajar horoskop hehehe. Para tokoh itu mungkin telah mengerti diri mereka sendiri sejak dini, bagaimana memperlakukan potensi, emosi, atopun kelemahan diri mereka, untuk kemudian berstrategi dalam hidup sehingga mencapai ukuran sukses. Lingkungan tentu saja tidak dapat dinafikan. Bagaimana sebuah lingkungan mampu memfasililitasi potensi potensi yang ada di diri masing masing orang itu?

Semakin dalam saya belajar horoskop China ini, saya mudah mudahan jadi sedikit terbantu mengetahui sedikit hal tentang karakter dasar diri. Saya cukup beruntung dikelilingi temen-temen yang cerdas dan sangat jago menganalisis. Ya! karena buku itu tetep butuh analisa mendalam dan kekuatan analisis saya sih ga akan nyampe sedalam itu deh. Lewat tangan temen saya, mau ga mau harus percaya tingkat presisi yang cukup tinggi dari ilmu horoskop ini.

Mungkin ga penting bernarsis-narsis ria dengan hasil “terawangan” horoskop saya. Potensi diri bisa dikatakan sebuah amanah. Dengan bentukan dasar saya itu, saya hanya mengemban amanah. Saya tidak dianjurkan mengemban amanah di luar bentukan saya. Karena kalo saya pengin jadi orang lain katanya saya akan capek. Kalo bahasa Pulo Coelho –dalam The Alchemist- ya tugas saya adalah menyelesaikan LEGENDA PRIBADI saya. Ada satu clue penting dari diri saya yaitu ternyata saya ga bakat JADI PRESIDEN!! Hahahha.

Saya tidak dikaruniai “keberuntungan hadiah”. Mungkin judul yang diberikan Gusti Allah sama saya adalah tetep harus “BEKERJA KERAS”.

Anda penasaran dengan diri Anda, Saudara? Ga percaya horoskop? Bolehlah iseng iseng kirim tanggal/bulan/tahun lahir dan jam lahir anda ke email saya kalo Anda penasaran. hehehe…Dan sungguh ini bukan RAMALAN masa depan apalagi jodoh!!

Wednesday, March 14, 2007

jebakan logika

Permainan kemaren dah dijawab sama mbak rime :D. Sip Sepatu hansipppp! Tapi sebenernya ada yang lebih asik dibahas terkait dengan fenomena permainan ato teka teki tersebut, yaitu tentang jebakan-jebakan logika yang sering mampir di keseharian kita.

Kalo dulu di eSDe, saya diajarin buguru kalo indera manusia itu ada lima, yaitu melihat (mata), mencium (hidung), merasa (lidah), mendengar (telinga), dan meraba (kulit). Sekarang setelah dah cukup umur gini, ternyata saya diharusin sepakat kalo indera manusia itu bisa terus bertambah sesuai dengan pengalaman hidup dan tirakat manusia itu sendiri. Sekarang saya jadi bertanya-tanya kenapa ya buguru ga ngajarin kalo otak ini bisa dikategorikan sebage indera? Ato hati ini bisakah dimasukin kategori indera? Mungkin karena otak atopun hati ga nerima langsung informasi makanya ga masuk kategori indera? Hmmm...penting ga sih ini dipikirin...hehehe

Di sistem sekolah Negara tercinta ini, otak kiri saya diutek utek terus, diperas habis, namun tak jarang dimanja berlebihan. Ya itu dia hasilnya, mau ga mau indera mikir saya ini jadi berart sebelah, lebih berat kirinya, efeknya ya sedikit-sedikit gini juga jadi mudeng bahasa-bahasa logika. Dulu pas mahasiswa,s aya pernah ikut TRAINING yang salah satu mentornya ngajak pesertanya buat nantang otak mikir tak terbatas, sebebas-bebasnya, bahkan kalo bisa langkahi otoritas YANG MAHA TAK TERBATAS. Dn kemudian singkat cerita.....Anda berani Saudara?

Kalo Sang Khaliq salah satu sifatnya adalah MAHALUAS, maka manusia pastinya hanya mampu mengusahakan RUMAH LUAS saja, ato LAPANGAN LUAS saja, atopun bahkan suatu saat PLANET LUAS SEKALIPUN mungkin aja bisa. Tapi pasti tidak mungkin sampe kapanpun seornag MAKHLUQ menjadi MAHALUAS. Manusia dan segenap inderanya adalah terbatas. Bagaimana mata membedakan tampilan gunung dari dekat dengan melihatnya dari jauh? Telinga kita pun kadang selip mengira sebuah suara, beberapa kali mungkin kita salah membedakan bunyi handphone yang berdering di televisi dengan milik kita sendiri? Itu hanya sedikit contoh dari jebakan-jebakan indera yang kerap kali muncul di keseharian kita. Lalu bagaimana dengan jebakan-jebakan logika? Benar ga sih otak kita ini emang mudah terjebak?

Karena kerjaan saya sedikit banyak terkait dengan media, maka saya ambil contoh masalah iklan aja ya...Ada dua postingan menarik yang bisa dijadiini contoh. Pertama adalah postingan dari mbak nila yang bahas tentang obsesi wanita untuk memiliki kesempurnaan kecantikan walopun itu adalah hasil karya persepsi media. Iklan dengan kecanggihan bahasa dan logikanya sedikit banyak mempengaruhi alam bawah sadar manusia. Tanpa perlu bilang produk yang ditawarkan sangat baguspun, sebuah iklan punya kemampuan MENGARAHKAN otak kita untuk mengiyakan bahwa produk itu pastas untuk digunakan/dimiliki. Ketika kita memutuskan membeli tanpa benar-benar memperhitungkan secara cermat alsannya, barangkali ni iklan telah berhasil menjebak logika kita.

Postingan kedua adalah milik mbak rime yang bicara fakta tentang suplemen penambah stamina yang dipersepsikan sebagai minuman penyelesai masalah stamina sepanjang masa tanpa efek samping. Iklan mau ga mau banayk menjebak logika kita dengan iming-iming kesempurnaan. Manusia bisa kerja terus-terusan non stop tanpa berhenti, otot kawat tulang besi muka pager dan akan tetap bugar asala minum EXTRA JOZZ!! Masa sih??! Mungkin kita ga akan mengiyakan kalo iklan itu muncul hanya sekali, tapi gimana kalo ternyata iklan itu muncul berkali kali dan terus mengendap di salah satu sudut otak bawah sadar kita? Saya kok yakin, paling engga nanti suatu saat pas kita lagi lemes-lemesnya, dan ”harus” tetep kerja, kayanya nglirik minuman kaya gituan bisa jadi alternatif cerdas..hehehe..isitlahnya akhirnya saya termakan iklan juga deh. Padahal bisa jadi ada sisi logika saya yang terlah TERJEBAK!! Bukankah efek samping minuman seperti itu –kata rime- lebih ga enak?? Tapi kok saya tetep minum??

Bagemana dengan iklan rokok yang spektakuler, macho dan selalu well educated itu?? Berapa banyak orang yang telah terjebak?

Barangkali benar kita harus tetep hati-hati menggunakan indera otak ini. Untuk berfikir, berargumen dst. Banyak sekali jebakan-jebakan logika bersliweran di keseharian kita. Disamping itu makhluk logika ini emang ga sakti sakti amat. Kadang dalam hal sederhana kaya teka teki eSDe itu mungkin logika kita jadi terbolak balik ga karuan. Dari satu persepsi bisa aja premis itu benar, dan konklusi ato kesimpulannya bisa benar. Tapi ketika premis kita ambil dengan persepsi yang lain ternyata kesimpulan sebelumnya bisa salah/ga tepat. Mumet ga?? Hehehe..sederhananya, otak kita ini sebenernya emang gampang kepleset, jadi sudah sewajar dan seharusnya kit aberhati hati kalo bermain-main dengan otak ini. Sepertinya menjadi lebih baik untuk tidak cepet-cepet mengambil kesimpulan dari suatu masalah, karena kadang tanpa sadar bahkan untuk mengambil premisnya pun tidak lah tepat.

Self Reminder:
Dari sebuah teka teki sederhana itula saya jadi harus belajar untuk membenahi premis-premis tentang hidup. Ketika segala premis tentang pilar kesuksesan dunia telah membuat saya terobsesi habis-habisan, ternyata saya malah sering tidak peduli premis paling penting dalam hidup yaitu seberapa besar saya sudah membahagiakan orang lain...

Sudahkah saya membahagiakan orang tua, keluarga dan orang-orang terdekat saya? Bisa jadi logika saya pun telah terjebak ” keinginan”, sehingga sulit untuk mikir tentang puncak premis-premis itu sendiri yaang bukan sekedar sukses dengan s kecil tapi sebuah ”Cinta” dengan C besar.

Tuesday, March 06, 2007

TEKA TEKI ASIK

Sori kemaren maren saya nyambangi tetangga bisnis dulu nih, ada Pak Laksono yang kayanya mo bikin warung juga tuh (warung opo pak?:), ato Mas Mashuri yang ternyata pengen jadi bapak yang baik (la mbok saya diajarin biar dapet ibunya dulu hehehe..)...

Kemaren di warung saya dikasih cerita sama mas jontor. Bolehlah dikit-dikit kita belajar matematika, dan dijamin ga akan sussse deh, guampaaaaaaaaaang kok, la wong tambah tambahan doang, anak TEKA melek aja bisa...:)
Gini nih ceritanya,

Mister DOIT kebetulan punya tiga kamar kosong di deket kampus.
Harga sewa tiap kamar tesebut Rp. 2.500.000/tahun

Nah kebetulan ada tiga orang mahasiswa pengen nyari kost, kebetulan di jalan dia ketemu sama preman (yang ternyata baek hati lo..), diantarkan ketemu MISTER DOIT. Singkat cerita terjadi deal antara MISTER DOIT dan ketiga mahasiswa tersebut.


Total dibayar adalah 3 dikali Rp 2.500.000,- yaitu

Rp. 7.500.000,-

Ternyata sebage bisnismen MISTER DOIT sangat royal, nyatanya dia ngasih persen buat si preman Rp. 200.000,-

Ditambah lagi dia juga ngasih diskon buat ketiga mahasiswa sejumlah Rp 100.000,-/org, jadi akhirnya masing2 mahasiswa hanya membayar Rp 2.400.000,- bukan?

Di jalan mahasiswa tadi ngobrol,
Kalo dijumlah, uang yang dibayarkan mahasiswa tadi berarti 3 X Rp. 2.400.000,- berarti hasilnya :
Rp. 7.200.000,- kan?

Ok sampe sini???

Nha Rp. 200.000,- kan dikasih ke preman,

jadi total uang yang dibayarkan sama yang dikasih ke preman adalah Rp 7.200.000 ditambah Rp. 200.000,-?

Totalnya Rp 7.400.000,-??????
Lo yang seratussss rebu mana????
Bukannya tadi total uang yang diterima MISTER DOIT ada Rp.7.500.000,-??

Inilah resiko otak pas pas-an kaya saya ini, la tambah tambahan ESDE aja binunnnn je...???

Tau-tau Pak Sastro yang super bijaksana itu dateng, dia hanya mesam mesem sambil ngomong ”Dunia ini memang penuh dengan jebakan indera. Tak hanya mata, hidung atopun telinga, bahkan indera logika pun harus ketemu batunya di satu saat tertentu. Wah Mas Trie kayanya emang masih perlu belajar lagi ya, besok deh saya bawa kunci jawabannya...”

Saya pun mlongo aje...

Anda punya jawaban saudara kemana uang yang seratus rebu itu?? Ato jangan-jangan Anda nih yang ngambil??

Monday, February 26, 2007

buat sahabat semua

sahabat-sahabat blogger semua, karena mo ada acara keluar kota, jadi selama sekitar seminggu saya ga bisa jalan jalan ke tempat sahabat semua dan update tentu saja...

tapi JANGAN LUPAKAN SAYA ya...hehehehe..

matur nuwun

Saturday, February 24, 2007

kopi baru di warung kopi mas trie

Ada novel grafis, ada cerpen grafis, dan kalo ada NGRUMPI GRAFIS ya ndak papa kan?

Gimana kalo Saudara mendoakan biar warung ini bisa terus eksis di belantara jagad bisnis tanah air, sukur-sukur nanti bisa bikin frenches buka cabang sampe luar negeri. Yah nantinya kan bisa jadi komoditas produk asli dalam negeri yang membanggakan tanah air ngalahin warungnya si ini nih.
Ini yang jaga warung…

Karena itu biar perkembangan warung saya ini tambah yahuddd, saya nyoba nyari nih penyandang dana, istilah kerennya sih investor. Saya tawarin beberapa temen saya dan seperti biasa mereka sih manggut manggut aja. Bagus…bagusss.., tapi duitnya ga keluar. Walah! Akhirnya ketemu juga! Saya ketemu bapak satu ini, seorang bisnismen property yang handal, licin, oportunis, sedikit kemaki, sok tahu, seneng menggurui dan tentu saja mata duitan. Hidungnya ga pernah berhenti nyium peluang manis. Ternyata dia mencium bau duit yang lumayan dari warung saya, makanya pas saya tawarin buat jadi investor WARUNG KOPI MAS TRIE, langsung aja dia manthuk manthuk, dan tentu saja duitnya ikut ikutan manthuk ga seperti temen saya yang letoy itu.…bagoozz bagooozz!!
Sebut saja namanya Mister DOIT (doyan duit)

Lirik sana lirik sini, dahi mengkerinyit, geleng geleng kepala, sambil terus cengengesan pastinya. Seharian penuh dia sengaja nongkrong di warung saya ngamati perilaku konsumen dan proses bisnis yang saya jalankan. Segalanya dia teliti, mulai dari daftar menu saya, dapur saya, cara saya menyajikan dst..dst.

“SALAH…SALAH…SALAH! Ga bisa begini!!”
Waduh saya jadi serba salah. Saya diprotes kalo saya selama ini salah memaknai bisnis makanan. Saya yang kampungan ini tentu saja jadi tambah bingung.
”Kamu harusnya tahu kalo bisnis itu konsepnya adalah MELAYANI, memberikan hati kita dengan sepenuh hati. Kamu bikin warung ini bukan hanya sekedar buat jualan,muasin diri sendiri, tapi kamu harus bisa membahagiakan orang lain. Sebisa mungkin orang seneng, orang akan bahagia, orang akan selalu merasa terkesan setelah makan ato minum di warungmu ini”, mulutnya nerocos manyun kesana kemari dengan gaya kemakinya.
”Hwaduh..jangkrik ki dipisuh-pisuhi”, dalam hati saya. Mulai deh gaya mengguruinya keluar.

”Kamu tuh bikin warung bukan buat dirimu sendiri aja, tapi juga buat orang lain. kalo kamu buat kopi ya ga bisa saenak udelmu sendiri. Ga bisa dong kamu kasih kopi kenthel sama orang yang pengen relaks, pengen santei setelah seharian ngutek utek kerjaan. Ato masakan yang kamu buat ini kok sepertinya hanya muasin lidah kamu dan ga peduli lidah orang lain! Kopinya terlalu monoton , terlalu kental, terlalu berat, ga membumi, ga ngepop. Coba dikasih alternatif kopi yang lebih ringan napa? Yang sekarang ini masih terlalu berat! Ini nih yang salah dengan proses melayani. Sekali lagi, melayani adalah memberikan hati kita untuk kebahagiaan orang lain. Camkan itu!”

Saya ndak bisa ngomong apa apa karena itu saya manthuk-manthuk aja jadinya.

”Kayanya kamu harus ganti setting nih, coba ganti deh menu utama kamu, kopi kamu nih ramuannya ga cocok sama tempatnya, mbok coba divariasi. Bahkan aku liat branding warung kopimu ini ada yang ga bener, ga konsisten. Ga asik! selama kamu ga bikin kesan khusus buat pelangganmu, bikin perbedaan, dan konsisten tentang warungkopimu ini, maka bisnis ini ga akan bisa bertahan lama. Orang ga akan mengasosiasikan warungmu dengan apapun!”

Walah branding ni makanan apa yak? Bedanya ama brondong apa sih? Tambah bingung saya. Tapi saya seneng juga dijanjiin nanti bakal dikasih ”petunjuk” sama dia, diajarin pelan pelan. Ya sebage penggiat ekonomi walopun kecil kecilan gimanapun saya ngerasa ikut bertanggung jawab mendorong bangsa ini biar jadi lebih kompetitif. Lumayan lah bisa ngurangin angka pengangguran, ndak ra Saudara?

Oiya nanti saya mo juga perkenalin ke temen-temen semua, selain Mister Dante ada para penggiat warung saya yang suka bercerita, ngobrol segala macam tentang fenomena hidup, tentang dunia, fulitik, ekunumi, budaya dan bahkan ada yang sok spiritual, bijaksana dan ada juga yang sambil bermistis-mistis ria. Waduh!

Makasih buat MAS ROY yang udah mau nambahin beberapa karakter dan memfinishingnya. Selanjutnya detil tentang mereka akan dibahas di postingan selanjutnya. (mungkin nanti akan ditambah warna deh biar lebih mantabbbhhh, ndak ra, Saudara!!).

Thursday, February 22, 2007

Teman saya dan ide (Seri I : IDE)

Saya punya teman, Sebut saja untuk sekarang Mister Dante. Dia seorang yang sangat sangat cerdas, jenius bisa jadi malah. Mungkin menjadi agak berlebihan ketika ternyata segala hal dipikirkannya, mulai dari masalah remeh temeh sampe dunia jagad raya dan segala isinya ini pun tak luput diutek utek sama otak nakalnya. Otaknya yang terlalu cair itu (bahkan sungguh secara fisik pun iya) ternyata membuat ide dan gagasannya menjadi canggih.. Ya,di otak anehnya itu terselip ide-ide orisinalitas dan kalo saya bilang sih bolehlah dikatakan sophisticated. Selalu mencoba melihat sisi-sisi lain yang kadang nyengit, menjengkelkan, nakal tapi kebetulan bisa jadi itulah kenyataan sebenernya yang tidak dilihat oleh kebayakan dari kita. Kuncup-kuncup otak saya kadang megar-megar sendiri kalo dia sok nyambung- nyambungin hukum kesetimbangan kima dengan dunia fulitik,ekonomi, ato teori Newtonian yang njlimet itu dengan hubungan suami istri. Dan sungguh lo emang ada hubungannya tuh, trus pie?? Anda pernah liat rumus fisika anjing gila? Bolehlah sekali kali anda tanyakan sama dia...:)


Saya sendiri penasaran sebenernya gimana cara dia bisa memproduksi ide dan gagasan tiada henti? Iseng-iseng dia saya paksa untuk mampir ke warung saya dan sedikit mencicipi cemilan dan klethikan warung saya ini. Saya paksa dia juga untuk membuat blog sendiri dan menuangkan ide/gagasan canggihnya itu di blog, tapi (sekali lagi) dengan sangat kemaki-nya dia menolak bahwa belum saatnya dia menulis, akan ada saatnya nanti. Tapi dengan mode memaksa lagi (kebiasaan saya nih..hehehe), saya minta dia jadi penasihat spiritual blog saya. ”Hmmmm...boleh...boleh”, katanya dengan mimik wajah kemaki lagi (hahaha..sori bos!). Akhirnya mulai saat ini saya punya tandem nulis nih. Moga-moga jadi tambah well, sophisticated, original dan brilian tentunya.

Bicara original ini nih yang agak sulit. Mungkin saja di dunia blog ini, dunia ide bergerak dengan sangat cepat tanpa henti. Setiap hari, setiap menit, setiap detik, tanpa kenal musim, tak kenal cuaca apalagi batasan ruang dan waktu ide adalah sesuatu yang niscaya. Di dunia blog saya tanpa sadar mengeruk banyak kekayaan ide. Apakah anda sadar anda punya satu kekayaan yang luar biasa?

Tapi sungguh memcari ide orisinil ternyata tak pernah mudah, ato bahkan tidak bisa? Bahkan temen saya itupun menegaskan pada saya “nothing new under the same sun”. Di era saat ini, tidak ada yang baru di muka bumi. Bahwa yang katanya saat ini adalah hasil orisinalitas ide, percayailah itu hanyalah sekedar CATATAN-CATATAN KAKI (kata om Wiki). Pengulangan-pengulangan dari ide-ide sebelumnya yang mencoba diartikulasikan dengan bahasa yang berbeda. Bahagianya AA Gym secara substansi sepertinya sama dengan bahagianya Gede Prama, tapi secara bahasa bisa jadi berbeda. Titik tolak yang dipakai pun mungkin juga berbeda. Peristiwa banjir yang terjadi di Indonesia akan ditanggapi dengan respon yang berbeda-beda. Satu topik beragam persepsi, beragam gagasan, dan tetep saja adalah pengulangan-pengulangan ide sebelumnya.

Anda sudah membaca koran hari ini? Bagaimana cara anda membaca? Anda membaca cermat-cermat sambil sesekali misuh-misuh dengan perilaku “diri kita” sendiri ato anda hanya menscanningnya tanpa perasaan apa-apa?? Sekarang sempatkan cari koran koran jaman dulu dan bandingkan dengan berita yang sekarang? Apakah anda menemukan perbedaannya? Bukankah secara substansi berita koran jaman sekarang dan jaman dulu itu sama?. Bad News is a Good News?

Yes! Satu, berita dari media yang salah satu contohnya koran adalah sampah Begitu banyak ide yang mampir ke otak kita (Tentang politiknya, tentang ekonominya, tentang segala tetek bengeknya yang sebenernya ga diperlukan otak kita) dan karena kita tak bisa mengolahnya, mau ga mau ya berakhir jadi sampah di otak kita. Tapi bukankah kita menyukainya sampah? Kedua, dunia koran dan media adalah salah satu bentuk artikulasi dunia ide yang tentu saja adalah pengulangan-pengulangan ide sebelumnya. Ga ada ide yang murni orisinil tanpa terpengaruh persepsi ide lain.

Kata Pareto (copy paste aja yang lebih pinter), ”Idea is a new combination of old elements”....

Memang sekali lagi, ga ada yang baru di dunia ide. Jadi temen-temen blogger silahkan menulis apapun ide atopun gagasan yang berkerlingan di kepala anda, coba temukan kombinasinya, pasangkan satu dengan yang lain, lihat celahnya dan temukan hal yang menarik disana. Mungkin suatu saat Anda akan tersenyum dengan temuan IDE BRILIAN milik Anda sendiri.

Friday, February 16, 2007

menjadi bahagia bukan mendengar bahagia

Menjadi Bahagia bukan Mendengar Kebahagiaan

Saya selalu bertanya gimana caranya selalu merasa bahagia? Sungguh saya tanya banyak orang, mungkin salah satu dari Anda sempat juga saya tanyai, kemudian saya jalan jalan lagi, hingga ketemu bapak ini. Ternyata catatan-catatannya emang canggih, dan emang konon dia dibayar jutaan rupiah sekali manggung untuk cerita metode bahagia dalam segala suasana. Sungguh saya yakin bukan karena cerita metode nya itu yang bikin dia dihajar dengan harga segitu, tapi benar karena sebuah ENERGI YANG INGIN DITULARKAN. Sebuah Energi kehidupan, energi kebahagiaan. Dia dibayar karena membuat orang MENJADI bahagia bukannya MENDENGAR metode bahagia.

Bahagia mudah diomongin, bahkan seketika saya bisa copy paste seluruh metode yang telah disarikan bapak ini, kemudian secara sok bijaksana berbusa-busa saya ceritakan pada Anda semua metode yang telah saya intip tadi. Dan jujur saya bilang bahwa ga semudah itu mendapat bahagia, la ke diri saya sendiri aja sering megap-megap kok.

Kalo teorinya, saya ngikut aja deh sama konsep Jung dalam psikologi modern yang ngomong bahwa jiwa sebenarnya tidak boleh dibatasi benda-benda, ini berarti emang kebahagiaan yang asal muasalnya adalah dari jiwa tidak bisa didasarkan pada kenyataan yang terbatas pada benda-benda. Ketika kebahagiaan hanya berdasar pada kenyataan maka sangat manusiawi jika timbul keinginan untuk membandingkan. Kenyataannya adalah orang lain banyak yang lebih kaya dari saya, lebih cakep, lebih tinggi, lebih gagah, lebih baik, lebihhhhh terusss. Lalu saya stress, apa guna hidup saya yang serba kurang ini? (hehehe..mengabsurdkan diri). Ya dua hal itulah keinginan dan membandingkan. Inilah asal penderitaan, kata pak gede prama nih..

Itu teorinya! masalahnya kok saya tetep susah bahagia sepanjang masa ya? Apakah di dalam bahagia itulah ketidakbahagiaan bersemayam? Apa karena otak saya yang bebal? Ato karena umur saya yang masih muda jadi saya ga bisa sembarangan ngecap diri bahagia yang biasanya jadi milik orang tua? Saya pernah denger kalo masih jadi anak muda sebaiknya jadi orang yang ambisius, penuh energi, na setelah tua itulah saatnya semua diendapkan menjadi kebahagiaan. Bener ga ya? Ato emang karena tadi itu, bahwa kebahagiaan adalah proses yang panjang, dan untuk itu saya pun ternyata butuh latihan? Bahagia butuh latihan?

” Sepertinya kamu ini orang yang banyak beruntungnya ya? Banyak yang nawarin kerja, begitu banyak kesempatan dalam hidup kamu, dan kayanya bisa kemana-mana!”. ” Kamu masih bisa tertawa-tawa, sedangkan saya terus kerja sambil ga menikmati kerjaan saya!”

Tapi dengan kecutnya saya berkata,” Wah ya masih gini gini aja pak, masih sulit ini, sulit itu, sulit banyak sekali, wang sinawang (saling melihat ya..?) pak!”

Saya seperti tersengat lebah ketika disadarkan bahwa saya pun
MENOLAK DITUDUH BAHAGIA!

Tanpa sadar saya mengucap rapal dan mantra untuk tidak bahagia. Saya banyak mengucap ”HANYA”, SEKEDAR”, ”CUMA”, dan mungkin istilah Jawanya nge-MUNG-ke...Begitu banyak hal yang saya tolak akui sebagai pencapaian. Banyak ”doa tanpa sadar” saya adalah tentang pesimisnya hidup, gelapnya hidup, kurangnya hidup, dan betapa saya kecewa dunia ga pernah melirik saya sedikitpun. Dan mekanisme alam dan dunia pun kadang ikut mengamini permohonan saya....(apa ga gawat??)

Kebahagian bagaimanapun adalah sebuah proses yang panjang,. Dia tidak bisa didapatkan dalam sekejap mata. Bahagia bisa jadi adalah energi termahal di dunia. Energi yang didapatkan setelah kita melampaui berbagai peristiwa menyakitkan dan kita berhasil mengatasinya. Bahagia pun ternyata butuh latihan, minimal saya harus mulai berlatih mengucap doa yang bener deh..

Kalo anda sudah bisa merasa bahagia sepanjang masa sudilah kiranya anda dekat saya, tapi tolong JANGAN CERITAKAN aneka kebahagiaan anda ketika saya sedang terkapar dalam penderitaan, karena bisa jadi itu malah memperburuk keadaan saya, tapi cukup tularkan RASA KEBAHAGIAAN Anda, RASA OPTIMIS Anda. Selama saya masih menjadi manusia, receiver saya bisa kok nangkap sinyal Anda, dan bisa jadi justru itulah yang bisa membuat saya kembali bahagia.

Yah, bisa jadi bahagia memang bukan untuk diomongin anekanya tapi ditularkan...

Thursday, February 15, 2007

DICARI !!

DICARI! Vokalis untuk The Titans, bandnya Andika & Indra ex Peterpan. Usia 19-25, data diri, foto dan demo vocal kirim secepatnya ke Jl. Sarikaso 5/7 Bandung 40153.
Lebih bagus kalau berdomisili di Bandung. Thanks for your attention

Anda berminat jadi ngetop saudara??

Monday, February 12, 2007

NARCIS?? GUE BANGET! (thanx for Danang "dante")

Kemaren dah bikin artikel tentang narcism, dan kayanya asik nih bikin antitesisnya. Coba deh utak atik lirik lagunya melly feat BBB, judulnya Lets Dance Together

let’s dance together
get on the dance floor
the party won’t start
if you stand still like that
let’s dance together
let’s party and turn off the lights

berdiri semua
di ruang yg redup
bercahaya bagai kilat

aku dan yang lain
menikmati semua
irama berderap kencang

tak ada gundah
hilang semua penat di dada
lihat DJ memainkan musik
disko dimulai


Ampuuuuuuunnn Di Jeeeeeeeee!!
Ajep..ajep...ajep..ajep (sambil kepala kita goyangkan kanan kiri..) Ajep..ajep...ajep...ajep.

Sering saya denger lagu itu di TV, di radio, di MP3,di ringtone dst dst, dan seringkali pula Subconscious Mind (alam bawah sadar) saya ngrayu mulut ini untuk berdendang-dending dengan cerianya.

Lirik bagaimanapun adalah sebuah ayat, dia ada untuk diamini oleh pengikutnya. Setiap kali kita mendengar sebuah lagu, sadar atau tidak sadar kita sedang mengucapkan mantra dan tentu saja memori itu akan mampir dan mengendap di otak kita.

AKU DAN YANG LAIN,
MENIKMATI SEMUA


Apakah ini sebuah kebersamaan?
Bersama-sama berdiri, berdisko, menari dalam alunan musik tribal, geleng-geleng kepala mabuk kefayang, bergembira, hilanglah sgala gundah. Semua menikmati!!!
Tapi...KEBERSAMAAN?? Nanti dulu deh...

Generasi pop. Kalo sekarang, paling mudah menyebutnya generasi MTV. Generasi yang membuat GUE BANGET! Ruang diskusi kita adalah Layar Kaca. Kita bisa melihat, menatap, mengagumi, menyanyi lagu yang sama bersama, bergerak bersama-sama, dan lumayanlah kalo tiba-tiba KEPLESET jadi idola. Kita kini adalah kaum yang merapal mantra-mantra untuk sebuah mimpi popularitas. Pernik-pernik yang terkenal dengan ikon pop pun membuat kita berdecak kagum tiada kepalang. FUN FEARLESS FEMALE (inikah sosok ideal kita?), seorang wanita penuh kemandirian, ceria, tanpa rasa takut, dan tak butuh pria?? Kemudian yang lakinya akan semakin menunjukkan ke-imperium-annya dengan HAVE, HANDSOME, dan entah H apa lagi yang mo ditambah? RICH IN 20-ato 30? Trus kenapa? Emang salah? Lha...ya silahkan wong ndak dosa kok, asalkan gue ga ngganggu lo, kenapa musti sewot toh?

Narcism menjadi relevan karena memang di dunia pop ini setiap orang boleh eksis, boleh lebih hebat, menjadi pahlawan, membangun pilar-pilar kesuksesannya sendiri. Konsekuensinya adalah masing-masing orang harus bekerja tunggang langgang untuk mencapai ”sebuah kemakmuran” (kata Adam Smith ya?), dan disaat yang bersamaan harus menuntaskan ”balas dendam” kesenangan yang tertunda. Yah kalo dikota mungkin istilahe Work Hard, Party Hard. Bekerja tunggang langgang senen sampe jumat, kemudian pesta segila-gilanya buat akhir minggunya. Kita selalu balapan dengan orang lain, dengan ambisi, dengan waktu...Wah capeee deeh...

Bisa jadi tanpa sadar ruang-ruang yang saat ini saya pikirkan adalah hanya berkisar masalah diri sendiri. Saya berhak memilih pakaian saya sendiri, gaya hidup saya sendiri, ngapain mikir orang lain? Selama saya nggak ganggu orang lain kenapa harus sewot toh?

Kemarin saya diceritain temen yang dulu saat gempa jogja, kantornya kebagian peran jadi dapur umum. Sebelah kantornya adalah panti asuhan yang berisi bayi-bayi yang tak diinginkan oleh orang tuanya. ” Mas, bayi itu saya temukan di got, nha yang itu saya temukan sudah dikerubuti semut, na yang itu dikasih di depan panti cuma diblebet kain. dst..dst”, si ibu berkisah tentang penemuan bayi-bayi tak berdosa itu. Mereka seperti harapan yang sengaja dibuang. Bahkan ketika harapan itu ingin dirawat si ibu panti, Gusti Allah berkehendak ”merubuhkan” sisanya disaat gempa. Yah, bahkan kesempatan untuk menikmati harapan pun harus dibatasi.

Ketika ternyata begitu banyak kesempatan dalam kehidupan saya, bahkan ketika sampe detik ini saya masih diijinkan untuk memelihara sebuah harapan, saya justru sering tak menghargainya, tidak mensyukurinya.

Mungkin sisi-sisi kenarcisan (di subconscius mind saya) sudah buat saya terlalu gembagusan sendiri, banyak mengabaikan kesempatan untuk membahagiakan orang lain. Mungkin saja saya banyak menyia-nyiakan kesempatan hidup dengan khusuk menonton TV, yang kemudian banyak menggoda sisi hewani dan nambah nggragasnya nafsu saya. Mungkin bahkan saya sekarang jadi alergi denger nasehat Imam Gazali bahwa hal terberat dan akan selalu ada di hidup manusia adalah mengemban amanah. Amanah untuk beribadah. Mungkin akhirnya saya juga bingung sendiri mencampurkan RUANG-RUANG KEBAHAGIAAN sejati dengan RUANG-RUANG KEBERSAMAAN yang dianjurkan nabi-nabi MTV.
Ato mungkin juga saya salah memaknai bahwa kebersamaan adalah tentang berbagi harapan, berbagi cerita, dan berbagi karya untuk membuat dunia menjadi lebih baik dan bukannya nambah runyam?

Tapi memang bisa jadi saya ini emang umatnya MTV!

Wednesday, February 07, 2007

akhirnya gumam kami didengar juga

Akhirnya cuap-cuap kami tentang PINDAH IBUKOTA didenger juga.. Kemarin 6 Februari 2007 sekitar pukul 7-8 malem, acara DIALOG Metro TV temanya adalah PINDAH IBUKOTA!! Pak Gubernur Jabar juga ikut nimbrung tuh...Kota pemerintahan jadi ke BOGOR??

Tuesday, February 06, 2007

Selamat Datang di NARCISM ERA!!

Ada sebuah artikel yang saya kutip dikit, secara garis besar gini “Nostradamus banyak ngomong tentang ramalan masa depan, bencana, perang, banjir dan sebagainya. Tapi dasar yang dia gunakan tak benar-benar akurat. Baru kemudian Mister Andy Warhol (Bapak Pop-isme) datang dengan ramalan yang lebih presisi, ” Di masa depan, setiap orang akan menjadi terkenal dalam 15 menit!”

Ini jadi hampir jadi sebuah kebenaran ketika majalah TIME ngeluarin Person of the Year 2006, yaitu.............ANDA!, bukan Jos Bus yang dua kali kepilih itu, ato bill gates, ato bono U2, ato tokoh-tokoh dunia persilatan lainnya ...
Tapi ANDA lah kini tokohnya!!



Person of The Year, terlepas dari segala kontroversi tentang parameter pemilihannya saya pikir adalah salah satu bentuk cara penokohan, penggambaran tentang seorang yang dianggap memiliki integritas, memiliki sesuatu pencapaian yang luar biasa, , yang bisa menggerakkan, yang bisa mempengaruhi, yang bisa ”MERUBAH” lingkungannya. Dan ternyata seorang PAHLAWAN BARU telah lahir dan kini itulah...ANDA!

Pahlawan waktu kecil saya personifikasikan sebagai super hero, hasil karya persepsi media dan imajinasi saya sendiri. Saya kadang membayangkan menjadi Superman yang bisa terbang, bisa ngilang, dan juga bisa berubah bentuk jadi apa aja. Ato kdang jadi batman, kadang jadi sepiderman dst. Pahlawan yang saya bayangkan barangkali adalah sebuah bentuk kesempurnaan yang melindungi begitu banyak kelemahan diri saya. Saya lemah makanya saya cari super hero yang kuat, saya ga pinter makanya saya cari superhero yang pinter, saya ga cakep makanya sekalian saya cari yang kuat, pinter sekalian cakep (hehehe), pokoknya saya merasa aman selama superhero itu berada di samping saya.

Menginjak dewasa saya cari superhero yang sedikit lebih realistis, saya hobi baca catatan biografi tokoh-tokoh, terutama bisnis sama politik, dan tentu saja mengoleksinya. Iya...dari sana saya coba mengidentifikasi diri sendiri Dari berbagai karakter yang ada, saya coba membanding-bandingkan, siapa sih yang paling sesuai dengan karakter saya. Saya coba ngukur kemampuan diri sendiri, sampe seberapa kuat, seberapa jauh ya saya bisa seperti mereka. Tentu saja kadang-kadang saya membayangkan ada di posisi mereka.

Saya pernah mengidolakan Onassis yang seorang pengusaha sukses, negosiator yang handal, tapi makin lama semakin saya cari, ternyata hidupnya ga bahagia-bahagia amat, keluarganya hancur berantakan, dianya seneng maen perempuan. Wah ill feel deh…Ato seorang sukarno yang katanya putra fajar, dengan segenap kelebihannya ternyata akhirnya banyak mengecewakan saya.

Begitu juga beberapa tokoh lain yang saya idolakan di awal ”perjumpaan saya”, pada akhirnya banyak yang mengecewakan saya.

TIME seperti ngingetin bahwa era YOU TUBE adalah era dimana orang bisa sangat terobsesi dengan dirinya sendiri, banyak orang ingin ”menunjukkan siapa dirinya, banyak orang ingin terkenal, dan Pak Andy Warhol mengamininya (15menit cukup kok). Apalagi ditambah dunia audioblog, weblog, videoblog, dan seterusnya dan setrusnya, Saat ini”, banyak orang ingin eksis,......menjadi NARCISS!!

Ga papa deh, toh NARCISM bagemanapun adalah bentuk pembelaan terhadap sisi-sisi kepahlawan dari diri kita, kita berhak kok menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri dan ga perlu cari pahlawan lain yang ternyata banyak ngecewain kita...HUH...!!

WELCOME TO THE NARCISM ERA!!

Sunday, February 04, 2007

PINDAH IBUKOTA!!!

Jakarta sudah terlalu jenuh, sudah terlalu penuh! Ya...sudah saatnya mulai dipikirkan untuk pindah ibukota. Banjir saat ini mungkin bagus dijadikan momentum untuk mulai merencanakan perpindahan ibukota. Sedikit ngambil contoh dari Amerika Serikat, dimana kota pemerintahan terletak di washington DC, disinilah Gedung Putih berada., kota dengan aktivitas bisnis yang besar disebar antara New York, Los Angeles, dan Las Vegas.

Ibukota pemerintahan sudah saatnya dipindah, jadi segala aktivitas pemerintahan akan berpindah kota. EKSEKUTIF, YUDIKATIF dan LEGISLATIF pindah dari Jakarta yang sudah terlalu penuh!
Coba kita ingat kembali pelajaran sejarah atopun PSPB SD, Indonesia pernah kok pindah ibukota negara ketika dibentuk PDRI (Pemerintah darurat Republik Indonesia) di Bukittinggi.

Anda punya ide kota mana??

rakus..!


dulu mungkin jakarta masih rindang, masih banyak pohonnya dan barangnya pun masih sedikit


jadi kalo hujan ga terlalu masalah deh...

tapi sekarang....

ya gimana lagi, ember penampungannya tetep (ga nambah gede), tapi barangnya nambah banyak banget, yang bisa nyerep air juga makin dikit...

mungkin karena.....

kita terlalu RAKUS??!!

sampe satu saat
ketika ga ada lagi ketenangan hidup
karena tempat tinggal yang susah payah kita utang
tergenang banjir begitu saja

lalu...
anak kita mau tinggal dimana?

sampe satu saat
ketika ga ada lagi padi, ga ada lagi gandum, ga ada lagi sagu
karena ga ada lagi sawah dan ladang

lalu...
anak kita mau makan apa?

EH...ATO PINDAH PLANET LAIN AJA GIMANA??

Thursday, February 01, 2007

sell the story not the kopi

Banyak yang kesini nanyain kopi, jadi kayanya asik juga ngobrolin kopi sambil minum kopi pastinya…sluuuurp. Bahas warung kopi aja ah, soalnya kalo bahas kopi yang minuman itu dah ada yang lebih pinter

Starbucks, warungkopi paling sukses dalam sejarah hidup umat manusia!



Kok beli kopi di Starbucks bisa mahal banget ya???? Perasaan kemarin beli di Warung Kopi depan kosan ga gitu-gitu mahal deh, serebu perak yang item, kalo yang coffemix dua rebu lah..Lha ini segelas kopi campur krim mumpluk dikit kok langsung dihajar empat puluh rebu..walahh....?! Kok bisa??

Dibikin pertama kali oleh guru bahasa inggris-Jerry Baldwin, guru sejarah- Zev Siegel, dan penulis Gordon Bowker, kemudian warung kopi Starbucks ini semakin besar setelah dibeli oleh Howard Schultz. Sampai saat ini telah punya 12ribuan cabang yang tersebar di seluruh dunia.

Bisa jadi kunci jualan barang kaya gini adalah jualan image. Saat saya minum di Starbucks sebenarnya saya tidak beli kopinya tapi saya beli gengsinya. Suasana yang Cozy, Interior yang modern, mesin pembuat kopi modern, pelayanan pun sangat cepat, asik, dan elegan. Ternyata emang beda banget dengan warungkopi mbak sari dekat kosan, di Starbuck ini saya berasa langsung dinobatkan menjadi orang kaya, bisa lendhotan dengan penuh gaya di sofa, ngobrol cika ciki hahaha hihihi, mringas mringis sambil sesekali mata tamasya kesana kemari (walah!..:). Minum kopi di Starbucks adalah sebuah urban life style.

Tentu saja image ga bisa muncul begitu saja karena dia dibangun dari sebuah perjalanan panjang. Ini nih yang sedari pertama mereka jual, sebuah cerita, sebuah perjalanan, sejarah dan tentu saja sebuah pengalaman (experience). Gimana sih perjalanan kopi hingga akhirnya sampai ke tenggorokan kita, ginana sih perbedaan rasa macem2 kopi, gimana sih cara nikmatin yang bener minum kopi, de es be. Tentang sebuah rasa-emosi bukan kopi! Story not the thing itself...

Setelah puas berhahaha hihihi, pulang dulu ah....
Saya ngrogoh saku, waduhhh harus puasa dulu nih besok!